Maafkan aku memilihnya
Saat aku memandang langit.
Disaat itu pula aku merasakan sakit.
Sakit yang membuat hati ini tak sanggup bangkit.
Serasa ingin membuktikan sebuah pilihan yang benar.
Pilihan yang pantas untuk dipercaya.
Pilihan yang pantas untuk dipilih.
Pilihan yang pantas untuk pertahankan.
Namun pembuktian itu menjadi hampa.
Hampa karena dua pilihan.
aku padamu? atau aku padanya?.
Kini aku terpaksa melepasmu.
Hanya untuk bisa menghargainya.
Kini aku terpaksa melupakanmu.
Hanya karena aku tak ingin mengecewakannya.
Maafkan aku telah memilihnya.
Aku harap kau mengerti karena itu hanyalah keterbatasan ku saja.
Sesungguhnya aku terlanjur mencintaimu.
Dan sulit bagiku untuk melupakan kisah- kasih bersamamu.
Mungkin cinta kita tak bisa bertahan didunia ini.
Tapi perasaan ini akan selalu bersemi untukmu.
Mungkin kita tidak bisa bersama lagi di dunia ini.
Tapi cinta ini akan selalu mendekapmu.
Disaat itu pula aku merasakan sakit.
Sakit yang membuat hati ini tak sanggup bangkit.
Serasa ingin membuktikan sebuah pilihan yang benar.
Pilihan yang pantas untuk dipercaya.
Pilihan yang pantas untuk dipilih.
Pilihan yang pantas untuk pertahankan.
Namun pembuktian itu menjadi hampa.
Hampa karena dua pilihan.
aku padamu? atau aku padanya?.
Kini aku terpaksa melepasmu.
Hanya untuk bisa menghargainya.
Kini aku terpaksa melupakanmu.
Hanya karena aku tak ingin mengecewakannya.
Maafkan aku telah memilihnya.
Aku harap kau mengerti karena itu hanyalah keterbatasan ku saja.
Sesungguhnya aku terlanjur mencintaimu.
Dan sulit bagiku untuk melupakan kisah- kasih bersamamu.
Mungkin cinta kita tak bisa bertahan didunia ini.
Tapi perasaan ini akan selalu bersemi untukmu.
Mungkin kita tidak bisa bersama lagi di dunia ini.
Tapi cinta ini akan selalu mendekapmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar