Kamis, 13 September 2012

Maafkan aku memilihnya


Maafkan aku memilihnya
Saat aku memandang langit.
Disaat itu pula aku merasakan sakit.
Sakit yang membuat hati ini tak sanggup bangkit.
Serasa ingin membuktikan sebuah pilihan yang benar.
Pilihan yang pantas untuk dipercaya.
Pilihan yang pantas untuk dipilih.
Pilihan yang pantas untuk pertahankan.
Namun pembuktian itu menjadi hampa.
Hampa karena dua pilihan.
aku padamu? atau aku padanya?.
Kini aku terpaksa melepasmu.
Hanya untuk bisa menghargainya.
Kini aku terpaksa melupakanmu.
Hanya karena aku tak ingin mengecewakannya.
Maafkan aku telah memilihnya.
Aku harap kau mengerti karena itu hanyalah keterbatasan ku saja.
Sesungguhnya aku terlanjur mencintaimu.
Dan sulit bagiku untuk  melupakan kisah- kasih bersamamu.
Mungkin cinta kita tak bisa bertahan didunia ini.
Tapi perasaan ini akan selalu bersemi untukmu.
Mungkin kita tidak bisa bersama lagi di dunia ini.
Tapi cinta ini akan selalu mendekapmu.

“Lantunan Sepenggal Kisah”


“Lantunan Sepenggal Kisah”

Dulu semua terasa indah
disaat terhiasnya hidup q bersamamu
kemesraan menjadi catatan kenangan manis
tapi ku tau kita berbeda
dari caramu mengerti aku
dan caraku mengerti kamu
tak ada yg salah
mungkin itu hanyalah kebodohan q
larut dalam permainan
yang kini permainkan hati q berulang kali
q coba bertahan sekuat hati
bagaikan pohon dihempas badai
menjalani hidup dalam buaian semu
mengikhlaskan cinta yang tulus didalam takdir
segala kelakuanmu telah membuat q putus asa
terkadang ketegaran jiwa ini tak cukup menahannya
semua kata manismu kini telah menertawakan q
dan dirimu tega menari indah diatas penderitaan q
tapi sampai kapan q harus menahan derita ini
semua kisah pasti ada akhir
seperti akhir kisah kita yang begitu indah
maafkan diri ini yang harus pergi
meski harus menyimpan rasa di hati ini
maafkan kisah ini hanya sampai disini
meski harus menghapus semua kenangan yang telah kita lalui