Materi 1
a. Judul Materi : Shalat dalam kehidupan seorang muslim
b. Pemateri : Bapak Ust.KH. Marzuki Mustamar
c. Waktu : 09.15 – 10.09
d. Hari dan Tanggal: 26-07-2012
e. Tempat : Masjid Ainul Yaqin
f. Ringkasan :
Shalat Dhuha adalah shalat yang dianjurkan oleh Rasulullah pada saat datangnya musibah. Lebih banyak di kerjakan pada Pagi hari sekitar pukul 06.59. Keutamaan shalat dhuha yang dikerjakan 2 rakaat sama dengan orang yang bertaubat. Empat rakaat sama dengan orang yang ahli ibadah. Delapan rakaat di anggap sebagai orang yang cinta kepada Allah. Dan 12 rakaat di siapkannya rumah dan istana di surga kelak.
Shalat sebagai kewajiban umat islam yang diperintahkan oleh Allah SWT . Landasan kewajiban mendirikan shalat, antara lain QS. An-Nur :56 yang artinya “Dan dirikan shalat dan tunaikan zakat serta taatlah kepada Rasul, supaya kamu di beri rahmat”. Sedangkan dalil dari hadist , di riwayatkan Abdullah bin Umar ra, Rasulullah bersabda :
“Islam di bangun (ditegakkan) atas lima dasar , yaitu persaksian tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan” (HR.Bukhari)
Syarat – syarat shalat
Syarat wajib shalat meliputi :
· Islam
· Baligh
· Berakal
· Suci dari haid (bagi perempuan)
Sedangkan syarat sah shalat meliputi :
· Suci dari hadats dan najis
· Menuup aurat
· Menghadap Kiblat
· Masuk waktu shalat
· Mampu membedakan rukun dan sunnah shalat.
Perbedaan sifat shalat laki-laki dan perempuan
Terdapat empat perbedaan sifat shalat laki-laki dengan perempuan :
1) Laki-laki merenggangkan kedua sikunya dari bagian tepi badannya
2) Meninggikan perutnya dari kedua pahanya di waktu sujud dan ruku’
3) Membaca keras pada shalat Jahriyah
4) Apabila ada yang tertinggal sesuatu di dalam shalatnya hendaklah bertasbih
Hal – hal yang membatalkan Shalat
a. Berbicara dengan sengaja
b. Melakukan gerakan yang banyak di luar gerakan shalat
c. Berhadats
d. Terkena najis
e. Terbukanya aurat
f. Merubah niat
g. Membelakangi kiblat
h. Makan
i. Minum
j. Tertawa keras
k. Murtad
Bagaimana melatih shalat khusyu’
a. Kehadiran hati
b. Memahami dan mengerti apa yang dibaca atau didengar
c. Rasa hormat, karena dua hal yaitu : mengenal Allah SWT dan keagunganNya dan mengenal kehinaan diri sendiri
d. Rasa takut, Hal ini bias lahir dari pengenalan kekuasaan Allah SWT dan keagunganNya dan kesadaran akan keterbatasan manusia dalam menunaikan hak-hak Allah
e. Harapan, berharap agar ia mendapatkan pahala dari Allah melalui shalatnya.
f. Rasa malu, perasaan ini bias lahir dari pengenalan nikmat-nikmat Allah SWT dan kesadaran akan keterbatasan dirinya dalam menunaikan hak-hak Allah SWT.
Dzikir dan Doa setelah Shalat
Para Ulama’ sepakat bahwa doa dan dzikir setelah shalat itu sunnah hukumnya, baik secara jamaah maupun sendiri-sendiri. Hal ini berdasarkan banyak hadits, antara lain :
ü Dipertanyakan kepada Rasulullah SAW tentang doa yang di dengar oleh Allah SWT? Rasullah SAW menjawab yaitu doa pada waktu engah malam yang akhir dan doa setelah shalat wajib.
ü Sahabat Abdullah bin Abbas RA menyatakan bahwa sesunggihnya mengeraskan suara dalam dzikir setelah selesai shalat wajib itu telah ada sejak masa Rasulullah SAW
Materi II
a. Judul Materi : Puasa
b. Pemateri : Drs. H. Muhammad Mortadzo MHI
c. Waktu : 09.15 – 10.09
d. Hari dan Tanggal: 26-07-2012
e. Tempat : Masjid Ainul Yaqin
f. Ringkasan :
Puasa artinya menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Orang yang wajib berpuasa antara lain :
· Islam
· Baligh
· Berakal
· Tidak dalam bepergian
· Tidak menstruasi
Rasulullah SAW bersabda “barang siapa yang berbuka (tidak berpuasa) siang hari di bulan suci Ramadhan tanpa udzur dan tidak sakit , maka puasa tersebut tidak bias diganti dengan satu tahun berpuasa kalaulah harus melakukannya.”
Seorang ulama syech al durjani mengungkapkan hikmah manfaat berpuasa :
1) Menguatkan fungsi akal dan mengalahkan hawa nafsu
2) Mengingatkan kita pada kondisi orang-orang yang kurang beruntung
Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang member makan orang yang berpuasa maka dia diberi ganjaran oleh Allah SWT , diampuni dosanya ; diberi pahala seperti memerdekakan budaknya ; diberi pahala seperti orang berpuasa.”
3) Merasa bersama Allah
4) Bisa menyehatkan badan
5) Kita diharapkan bias menyerupai malaikat dalam konteks beribadah
(tidak pernah maksiat selalu beribadah itulah malaikat di dalam puasa)
Bagi orang yang berpuasa ada 2 kesenangan ,yaitu :
1) Berbuka puasa (pada saat puasa dan Idul Fitri)
2) Dipanggil oleh Allah (akan diberi balasan surga)
Rasulullah SAW bersabda “Jika kamu berpuasa maka berpuasalah seluruh anggota badanmu agar kamu memperoleh hikmah”
Tanya jawab :
Ø Pada saat bulan suci Ramadhan apakah setan dirantai ?
Iya, ketika hadir bulan Ramadhan pintu surge dibuka, sedangkan pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu.
Menurut pendapat Imam Gadzali yang mengganggu / menghambat iman manusia ada empat , yakni :
· Setan
· Nafsu
· Duniawi/ Kesenangan dunia
· Sesame manusia
Ø Apakah ketika imsak masih diperbolehkan bersahur ?
Boleh , Imsak hanya peringatan / Jeda / pembatasan dengan waktu subuh, begitu dikumandangkan adzan tidak boleh sahur lagi dan harus berhenti.
Ø Apa tanda-tanda situasi Lailatul Qodar secara umum ?
· Jatuh pada 10 akhir bulan Ramadhan
· Terjadi pada malam-malam ganjil
· Situasi alam sejuk, tidak mendung / cerah
· Tidak banyak anjing menggonggong
· Ayam jago berkokok
· Pagi hari matahari cerah
Ø Apa tanda – tanda orang yang memperoleh Lailatul Qodar?
· Sempat shalat Isya dan subuh berjamaah
· Hati tenang
· Kehidupan enak
· Cita-citanya akan segera tercapai
Ø Bagaimana puasa yang diterima ?
· Terpenuhi syarat rukunnya
· Seluruh anggota badan ikut berpuasa
· Memperbanyak baca syahadad,istiqfar.
Materi III
a. Judul Materi : Shalat dalam kehidupan seorang muslim
b. Pemateri : Bapak Ust.KH. Marzuki Mustamar
c. Waktu : 13.30 – 14.45
d. Hari dan Tanggal: 28-07-2012
e. Tempat : Masjid Ainul Yaqin
f. Ringkasan :
Seperti yang di tuliskan pada surat At – Taubah ayat 105 :
Apa yang kita lakukan di bumi ini di catat oleh Allah sebagai ibadah .
Seorang insan di haruskan memberi nafkah untuk diri sendiri dan keluarga baik bagi kaum Adam maupun Hawa. Dalam islam ada beberapa Ibadah yang memerlukan harta.
Keutamaan Bekerja
1. Mendapat Ampunan
“Barang siapa di sore harinya duduk karena kelelahan bekerja, maka ia akan mendapatkan sore tanpa dosa”
2. Mendapat Cinta Allah
“Sesungguhnya Allah menyukai umatnya yang giat bekerja”
3. Terhindar dari adzab neraka
Agar pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan islam yang di cintai , di ampuni Allah, dan terhindar dari Adzab neraka . Yang harus kita lakukan adalah :
a. Niat Ikhlas karena Allah SWT
b. Sungguh – sungguh , professional, dan tekun dalam bekerja
c. Bersikap jujur dan Amanah
d. Tidak melanggar prinsip syariah Islam
e. Menjaga persaudaraan antar umat islam
f. Menjaga Etika
Untuk meringankan kesulitan yang kita alami saat bekerja :
· Kembalikan kepada Allah SWT
· Perbanyak membaca dan menulis
Karakteristik Etos Kerja Seorang Muslim
1. Berorientasi masa depan yang lebih baik
Dalam konteks ini seorang muslim dalam bekerja memiliki jiwa kepemimpinan , yang senantiasa mengelola potensi-potensi yang dimiliki baik yang berkaitan dengan dana, waktu, tenaga, personal dan kepentingan sebaik mungkin
2. Menghargai waktu, disiplin dan senantiasa memanfaatkan waktu
“ Jagalah lima kesempatan sebelum dating lima kesempitan, sehatmu sebelum sakitmu, kesempatanmu sebelum kesibukanmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, kemampuanmu sebelum kejakiranmu dan hidupmu sebelum matimu”. (HR. Baihaqi)
3. Selalu ingin berprestasi yang terbaik
4. Hemat dalam mengelola kekayaannya
Dalam mengelola harta benda , orang yang berethos kerja tinggi tidak boros dan berlebihan, hemat, efisien, suka berderma dan tidak bakhil.
5. Siap bersaing secara sehat
Seorang Muslim yang melakukan pekerjaan dan berkeinginan hasil yang lebih baik, maka dengan sendirinya mereka siap dan berani berlomba untuk menjadi yang terbaik.
6. Tidak ingin menjadi beban tanggungan orang lain
“Barang siapa yang mencari harta dunia secara halal,dan menghindarkan diri dari meminta-minta , juga dalam rangka memenuhi keluarga nya, serta untuk menjaga perasaan tetangganya , maka dia akan bertemu dengan Allah dengan wajah yang berseri-seri seperti bulan purnama”. (HR. Baihaqi)
| Kita tidak akan menjadi seseorang yang kita cita-cita kan apabila kita menjadi diri kita saat ini. |
KESIMPULAN
Ø Dan dirikan shalat dan tunaikan zakat serta taatlah kepada Rasul, supaya kamu di beri rahmat
Ø Puasa artinya menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari
Ø Seorang insan di haruskan memberi nafkah untuk diri sendiri dan keluarga baik bagi kaum Adam maupun Hawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar