Kamis, 26 Juli 2012

Laporan Kunjungan Industri Batik Brotoseno

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kunjungan Industri batik “Brotoseno” di Solo ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini adalah untuk melengkapi persyaratan mendapatkan nilai Kunjungan Industri dari Jurusan. Adapun penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan Kunjungan Industri dan sumber dari media massa. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. SMK Negeri 5 Malang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Kunjungan Industri . 2. Bapak Suroso selaku Ketua Jurusan , yang telah mendukung kegiatan Kunjungan Industri.3. Bapak dan Ibu guru, selaku pendamping Kunjungan Industri di Solo yang telah membimbing kami selama berada disana. 4. Kedua orang tua dan saudara kami yang telah mendukung dan memberikan doa restu. Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan Laporan Praktik Industri ini. Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi diri pribadi kami sendiri dan pembaca pada umumnya.














BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Kunjungan Industri
Kunjungan industri ini di latar belakangi agar para siswa dapat mengetahui tentang dunia kerja, terutama di bidang kerajinan yang merupakan bagian dari kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan  yaitu dari Kompetensi Keahlian Despro Kria Tekstil. Selain itu juga agar siswa mendapatkan pengalaman dan wawasan tentang dunia usaha baik khusus maupun umum. Dan kunjungan industri ini dapat mendorong siswa agar lebih semangat belajar untuk dapat mencapai kesuksesan di masa yang akan datang atau peserta didik nantinya dapat memasuki dunia kerja, maka dengan adanya kunjungan industri ini siswa dapat mempunyai gambaran bila nanti akhirnya memasuki dunia kerja.
B.  Tujuan Kunjungan Industri
Adapun beberapa tujuan diselenggarakannya kunjungan industri bagi siswa sebagai berikut:
  1. memperluas pengetahuan siswa dalam lingkungan dunia kerja.
  2. mendorong siswa agar mempunyai minat bekerja di perusahaan.
  3. membantu siswa melaksanakan kegiatan kesiswaan.
  4. memberi informasi tentang cara kerja dan tenaga kerja perusahaan.
  5. mendorong siswa agar mempunyai rasa kedisiplinan dan tanggungjawab.









BAB II
IDENTIFIKASI PERUSAHAAN
  1. A.  Sejarah Batik Brotoseno,Solo.
Batik BROTOSENO sudah berdiri sejak tahun 1974 oleh Bapak H.Supajan yang beralamat di Dk Kuyang, Ds Kliwon, Kec Masaran,Kab Sragen, Jawa Tengah. Pada masa itu Batik BROTOSENO dalam usahanya baru sebatas proses setengah jadi dan tenaga yang ada baru sekitar 50 orang. Dari produk setengah jadi tersebut didistributorkan kepada pengusaha yang berada di Solo untuk dijadikan bahan jadi, seiring berjalannya waktu dan usaha yang dikelola mengalami kemajuan maka pada tahun 1980-an perusahaan yang dikelola Bapak Suparjan sudah mulai proses sendiri sampai selesai dan siap dijual. Dan untuk mendukung pengembangan usaha maka mengajukan izizn-izin secara bertahap yaitu SIUP NO 308/II. 19/PK/VII/86, TDP NO 11. 14. 552. 00664 dan HO NO 503/02/IIIb/idz/04/1994 yang diberi nama BROTOSENO dari kantor DISPERINDAKOP Kab Sragen.
Pada waktu itu tenaga kerja yang diserap menjadi 100 orang yang sebagian besar adalah tenaga perempuan. Dan selain tenaga yang dikelola sendiri tersebut diluar juga dibentuk kelompok-kelompok kerja batik yang disebut anak asuh, dengan suksesnya mengelola anak asuh dan melestarikan warisan budaya khususnya batik tersebut maka pada tahun 1991 mendapat penghargaan dari Bapak Gubernur Jwa Tengah pada bulan Agustus berupa BHAKTI UPRADANA dan empat bulan berikutnya bulan Desember mendapat penghargaan lagi dari Bapak Presiden  berupa UPAKARTI.
Pada tahun 1997 perusahaan mulai dikelola oleh putra tunggal Bapak Suparjan dan Ibu Rusni yang bernama Eko Suprihono, SE dan istrinya Eni Aliyah Hayati SE.Sebagai penerus sebuah peruasahaan, tanggungjawab yang dipikul sangatlah besar karena maju dan mundurnya usaha sangat tergantung pada pengelolanya.Agar bisa meneruskan dan mengembangkan usahanya dengan baik maka Eko Suprihono bekerja sama dan berbagi tugas denga istriya.Masing-masing saling berkoordinasi dalam pengelolaan.Suaminya sebagai pimpinan sedang istrinya mendesign, mengontrol produksi dan pemasaran dalam meneruskan usahanya maka segala izin juga sudah mengalami pembaharuan dan perubahan akan tetepi nama tetap masih BROTOSENO yaitu : Tanda Daftar Perusahaan(TDP) No:111455200928, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No:517/403-01/KPT/PK?III/2005, IIO No:503/160-05/KPT/I/2007.Dalam perkembagannya juga mendapat penghargaan SIDDHA KARYA dari Dinas Tenaga Kerja.Transmigrasi dan Kependudukan Propinsi Jawa Tengah tahun 2008.
Untuk pengelolaan suatu usaha tak terlepas dari pemasaran dan disain suatu produk untuk iti BROTOSENO selalu mencari bahan dan motif yang baru dan bayak disukai oleh para konsumen.Pengelolaan dan bagian disain dan proses produksi tidak terlepas dari tenaga pembatik, setiap saat kami selalu koordinasi dengan mereka, baik mengenai kendala yang dihadapi dalam pola, membatik, sampai kualitas control barik.BROTOSENO saat ini telah mengerjakan tenaga kerja lebih dari 300-an pembatik baik didalam perusahaan maupun diluar perusaaan.Dengan menerapkan system mitra kerja yang mana sebagian ada yang membawa dari tempat kami masih bahan kemudian di batik setelah selesai di setorkan kembali, dan sebagian lagi ada yang sudah diproses berbentuk setengah jadi baru disetor.
Dalam pengelolaan tenaga pembatik tidaklah mudah karena sebagian karyawan BROTOSENO adalah ibu-ibu yang sifatnya hanya sampingan & membantu suami, selain itu sebagian tenaga kerja pembatik juga petani sehingga jika musim panen dan bercocok tanam mereka berhenti dalam membatik dulu, setelah selesai dari aktifitas bertani kembali membatik lagi.
Dengan semakin berkembagmya batik BROTOSENO maka tingkat pemasarannya juga meluas yang semula hanya local Solo dan sekitarnya sekarang sudah meningkat ketingkat Nasional Bali, Jakarta, Jawa Timur sampai keluar Jawa bahkan sampai Internasional, serta berbagai macam event pameran sudah diikuti seerti: icra, PPE, Gelar Batik Nusantara, Indocraf, Semesco, Dekranas, dll, serta pameran luar negeri diantaranya Australia, Jerman, Malaysia, sehingga dengan demikian secara langsung maupun tidak langsung.Turut serta dalam mengembangkan warisan budaya khususnya bidang Batik sehingga batik makin banyak diminati oleh masyarakat luas dewasa ini.Hal ini sangat berpengaruh terhadap meningkatya permintaan produk batik, sehingga berdampak pada produktifitas dan pemberdayaan perempuan di daerah kami.Karena itu ibu-ibu dan para remaja di daerah kami tidak banyak menganggur.Bahkan di tempat kami sudah banyak tumbuh dan berkembang pengrajin-pengrajin batik yang tersebar di Kecamatan Masaran dan Kecamatan Plupuh hingga Kecamatan KaliJambi bahkan banyak pengusaha batik asal Solo dan sekitarnya yang mengerjakan batiknya kewilayah tertentu yang mana tenaga tersebut hampir 90% tenaga perempuan.
Maka dengan demikian para perempuan dalam mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga benar-benar sangat membantu bahkan menjadi mata pencaharian pokok tapa peran wanita dalam usaha batik tidak akan berjalan, karena sebagian besar tenaga yang dibutuhkan adalah perempuan karena dalam diri perempuan ada kehalusan dan ketelitian yang sangat kental kaitannya dalam proses membatik.
Karena perkembangan perusahaan dan permitaan produk siap pakai maka kami juga telah mengembangkan usaha di bidang konveksi dan toko yang terletak di Jalan Raya Solo-Sragen Km. 18 Masaran, ini sebagian besar tenaganya juga perempuan.
Dengan demikian kami selalu memberi pelatihan dan dorongan terhadap generasi muda khususnya perempuan agar dapat menjadi seorang usahawati yang handal dan tidak hanya sekedar melengkapi kebutuhan saja, tapi sudah dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan rumah tangga.









BAB IV
PENUTUP
  1. A.  Kesimpulan
Setelah mengunjungi dan mengamati di Batik Tulis Solo “Brotoseno” tentang segala hal yang berhubungan dengan proses pembuatan batik tulis, kami dapat belajar mengenai masalah-masalah umum maupun khusus yang bisa terjadi pada pengrajin batik. Selain itu kami jadi mengetahui kegiatan apa saja yang terjadi di dalam proses pembuatan batik tulis.

  1. B.  Kesan dan Saran
Untuk menjadi bahan referensi dalam kunjungan industri berikutnya, kami mempunyai beberapa masukan yang mungkin bisa bermanfaat.
  • Kesan:
  1. Sambutan dari pihak perusahaan sangat ramah dan baik.
  2. Kunjungan industri ini sangat bermanfaat, karena kita bisa melihat langsung karyawan-karyawan yang sedang bekerja di perusahaan tersebut.
  3. Banyak pengalaman yang kami peroleh di perusahaan tersebut.
  4. Kami mendapatkan banyak keterangan mengenai perusahaan yang diperlukan.
  • Saran:
  1. Sebaiknya ada yang membimbing kami untuk menerangkan satu – persatu proses membatik.
  2. Sebaiknya karyawan perusahaan menjawab dengan benar dan jelas atas pertanyaan yang siswa ajukan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar